Gilang Fetish Bungkus Kain Jarik
Akhir-akhir ini banyak berita mengenai Gilang yang memiliki fetish bungkus kain jerik. Gilang ditangkap karena dia melakukan pemaksaan terhadap korbannya secara virtual untuk membungkus badan si korban. Hal itu dilakukan untuk memenuhi hasrat Gilang. Sementara korban mau memenuhi keinginan pelaku karena pelaku mengancam akan bunuh diri bila korban tidak memenuhinya. Selain itu pelaku juga mengatasnamakan penelitian, sehingga korban mau melakukannya. Saat ini Gilang sudah diamankan dan dikenai hukuman.
Semua manusia memiliki fetishnya masing-masing, tidak masalah sebenarnya. Namun menjadi masalah ketika fetish tersebut merugikan orang lain atau diri sendiri. Apalagi melakukan ancaman dan manipulasi untuk keinginan sendiri.
Bagaimana kronologis Gilang untuk mendapatkan korbannya?
1. Mencari Korban Lewat Medsos
Gilang mencari calon korbannya melalui medsos. Namun korban yang dicari merupakan mahasiswa baru di kampus yang sama dengan Gilang. Setelah menemukan target, Gilang akan mengajak berkenalan.
2. Atas Nama Penelitian
Gilang mengontak dan meminta bantuan dari korbannya untuk membantu mengerjakan penelitian. Gilang, yang saat itu merupakan mahasiswa tingkat akhir, mengaku harus menyelesaikan penelitian ini agar bisa lulus.
3. Kakak Tingkat
Korban yang merupakan mahasiswa batu merasa tidak enak bila menolak permohonan Gilang, kakak tingkat di kampusnya. Gilang memanfaatkan hal tersebut untuk melancarkan aksinya.
4. Diminta Membungkus
Gilang meminta korban untuk membungkus dirinya dan merekam aksi tersebut. Rekaman itu kemudian dikirimkan kepada Gilang dengan alasan sebagai bukti penelitian.
5. Sakit Berat dan Mengancam Bunuh Diri
Apabila korban menolak untuk membantu, maka Gilang mengancam akan bunuh diri. Selain itu Gilang juga mengaku memiliki penyakit yang berat. Bila korban tidak memenuhi keinginannya, penyakitnya akan kambuh.
Namun tidak semua korban terbuai oleh tipu muslihat Gilang. Ada juga korban yang berhasil menghindar, meski sudah dimarahi dan dipaksa minta maaf oleh Gilang. Padahal dari bukti chat yang ada, calon korban bertanya hal yang wajar. Beruntunglah calon korban cukup cerdik menghindari keinginan Gilang, hingga ia pun diblokir.
Semua manusia memiliki fetishnya masing-masing, tidak masalah sebenarnya. Namun menjadi masalah ketika fetish tersebut merugikan orang lain atau diri sendiri. Apalagi melakukan ancaman dan manipulasi untuk keinginan sendiri.
Komentar
Posting Komentar